TRADISI LISAN
Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022
Sejarah
Budaya Kalimantan selatan yang dikenal dengan istilah madihin. Tradisi lisan merupakan ciri khas Kalimantan Selatan yang Berasal dari Bahasa arab, artinya nasihat, jadi seni ini berisi pantun atau syair yang berisi nasihat kehidupan. Biasanya terdiri dari 2 sampai 4 orang, dan untuk sebutan nama-nama para seniman yaitu pamadihin. Kebudayaan Kalimantan ini masih bisa kalian jumpai sampai sekarang, karena masih banyak warganya yang menjunjung tinggi adat tersebut.
Filosofi
Sebagai hiburan dan pengobatan mempunyai perbedaan dalam melantunkan. Lamut yang berfungsi untuk hiburan didahului atau dibuka dengan salam, sedangkan Lamut yang berfungsi untuk pengobatan dibuka dengan salam, permohonan doa kepada Allah subhanahu wataβala, dan salawat kepada Nabi Muhammad solallahu alaihi wassalam. Kemudian jika akan melantunkan Lamut yang berfungsi untuk pengobatan diperlukan sesajian, seperti menyediakan kue sebanyak 41 macam, telur, beras, jarum, air gula merah, nasi putih dan nasi kuning, serta air santan. Sementara itu, waktu pelantunan kedua Lamut itu semalam suntuk, yakni dimulai setelah salat isya atau pukul 21.00 sampai dengan menjelang salat subuh atau pukul 04.00. Lamut hiburan dan Lamut yang berfungsi sebagai pengobatan dilantunkan oleh seorang dengan alat musik terbang atau tarbang dan tidak menggunakan pakaian seragam atau pakaian khusus. Selanjutnya, Lamut hanya dilantunkan oleh orang laki-laki.
Funfact
Pembacaan Lamut dengan alunan lagu dan diiringi dengan tabuhan tarbang. Tradisi lisan Lamut dilantunkan oleh seorang peLamut dengan memukul alat musik yang bernama terbang atau tarbang. Tradisi lisan itu dibacakan semalam suntuk, yaitu mulai pukul 19.00 sampai dengan pukul 04.00 atau dimulai sesudah salat isya hingga menjelang salat subuh.