BACK

BAHASA DAERAH

avatar Betharia Pranesti | Juli 07, 2022

hanacaraka

Bahasa Bali merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Bali. Selain itu, bahasa Bali juga tersebar di beberapa wilayah lain, misalnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Tenggara. Bahasa Bali juga dituturkan di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Bahasa Bali yang ada di Kalimantan Tengah merupakan bahasa para penduduk transmigran yang berasal dari Pulaxu Bali. Bahasa Bali terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Bali Aga atau Bali Mula yang dituturkan oleh penduduk Bali di daerah dataran tinggi di Bali dan (2) dialek Bali Dataran yang dituturkan oleh penduduk yang pada umumnya berdiam di daerah dataran rendah di Bali.

Sejarah

Bukti adanya bahasa Bahasa Bali kuno terdapat di dalam prasasti 804 Saka atau 882 Masehi. Pada masa itu Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu, 904 Saka atau 1072 Masehi. Pengaruh agama Hindu atau kebudayaan Jawa sangat kuat pada zaman pemerintahan Anak wungsu. Hal ini terbukti dari penggunaan bahasa Bali kuno di prasasti, yang kemudian disalin ke dalam bahasa Jawa Kuno. Sehingga kita dapat mengetahui bahasa Jawa Kuno digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Bali pada zamannya.

Filosofi

Bahasa Bali modern disebut juga sebagai Bahasa Bali Kepara adalah bahasa Bali yang digunakan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan hingga sekarang. Istilah “kepara” sendiri berarti “umum” atau “lumrah”. Bahasa Bali modern sendiri mengalami perkembangan berdasarkan kehidupan agama, budaya dan adat-istiadat serta mengalami perkembangan dari zaman kerajaan, masa penjajahan, zaman kemerdekaan dan hingga setelah kemerdekaan.

Funfact

Dalam praktek sehari-hari atau dalam pergaulan masyarakat dikenal juga dengan “sor singgih Basa” atau tingkatan-tingkatan bahasa yang digunakan sesuai dengan keperluan. Tingkatan tersebut terbagi menjadi tiga; pertama basa (bahasa) Bali kasar digunakan untuk perilaku dari binatang atau saat sedang marah, kedua basa Bali madya digunakan untuk komunikasi dengan keluarga ataupun orang lebih tua, ketiga basa (bahasa) Bali halus. Bahasa Bali halus juga terdapat beberapa bagian seperti bahasa halus singgih, mider dan sor, digunakan saat memanjatkan doa kepada Tuhan, berbicara dengan Pendeta, berbicara saat pertemuan adat, berbicara kepada wangsa (kasta) yang lebih tinggi atau kepada orang yang belum kita kenal.

Kami dengan senang hati menerima timbal balik guna meningkatkan kualitas konten kami

Apakah artikel ini membantu?

Terima kasih atas masukannya. Kami sangat senang bisa membantu!

Submit