AKSARA JAWA
Ahmad Nur Halim | Juni 24, 2022
Sejarah
Legenda mengatakan bahwa aksara Hanacaraka diciptakan oleh Aji Saka, penguasa Kerajaan Medang Kamulan, yang mempunyai dua abdi setia bernama Dora dan Sembada. Suatu ketika, Aji Saka mengutus Dora untuk menemui Sembada dan membawakan pusakanya. Dara kemudian mendatangi Sembada dan menyampaikan tentang perintah tuannya. Namun, Sembada menolak karena sesuai perintah Aji Saka sebelumnya, tidak ada yang diperbolehkan untuk membawa pusaka itu selain Aji Saka sendiri. Alhasil, dua abdi Aji Saka saling mencurigai bahwa masing-masing bermaksud untuk mencuri pusaka itu. Sembada dan Dora pun bertarung hingga keduanya meninggal. Ketika Aji Saka menyusul, ia menemukan dua abdinya telah meninggal akibat kesalahpahaman. Di depan jasad dua abdinya itu, Aji Saka membuat puisi yang kemudian dikenal sebagai Hanacaraka atau aksara Jawa.
Filosofi
Urutan aksara Hanacaraka membentuk puisi atau pangram empat bait yang menceritakan tentang pertarungan dua abdi Aji Saka hingga gugur. Isi puisi tersebut diceritakan sebagai berikut. Hanacaraka, artinya terdapat dua utusan Datasawala, artinya mereka berbeda pendapat Padhajayanya, artinya mereka berdua sama kuatnya Magabathanga, artinya inilah mayat mereka Isi puisi Hanacaraka memiliki makna bahwa para utusan atau manusia wajib menaati tuannya, yakni Tuhan, yang menciptakan mereka. Manusia juga harus rela melaksanakan, menerima, dan melaksanakan kehendak Tuhan.
Funfact
aksara Jawa dan beberapa aksara nusantara lainnya sebenarnya merupakan turunan dari aksara Pallawa yang digunakan sekitar abad ke-4 Masehi. Lalu seiring perkembangan zaman pula, aksara Hanacaraka mengalami beragam perubahan bentuk dan komposisi hingga seperti yang kita kenal sampai saat ini. Aksara Jawa yang sering disebut dengan "Hanacaraka" merupakan aksara jenis abugida turunan dari aksara Brahmi. Dari segi bentuknya, aksara "Hanacaraka" punya kemiripan dengan aksara Sunda dan Bali. Untuk aksara Jawa sendiri merupakan varian modern dari aksara Kawi, salah satu aksara Brahmi hasil perkembangan aksara Pallawa yang berkembang di Jawa.