BACK

BOROBUDUR

avatar Ahmad Nur Halim | Juni 24, 2022

borobudur
Sejarah

sejarah awal dibangunnya Candi Borobudur terjadi pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra.
Pembangunan Borobudur diprediksi membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun sampai benar-benar rampung pada masa pemerintahan raja Samaratungga tahun 825. Meski selesai dibangun, tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan siapa sosok yang membangun candi Borobudur. Pasalnya, pada masa itu agama Hindu dan Buddha berkembang bersamaan di pulau Jawa. Dinasti Syailendra tercatat sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana sementara di sekitar Borobudur juga terdapat penganut Hindu aliran Siwa. Sejumlah arkeolog menduga pembangunan Candi Borobudur mengalami perombakan sebanyak empat kali. Awalnya pembangunan dimulai dengan meratakan dataran sekitar candi dan memadatkan tanah dengan batu untuk membentuk struktur piramida. Sejarah Candi Borobudur erat kaitannya dengan sejarah Buddha di Indonesia Struktur tersebut kemudian berubah lantaran ditambahnya luas undakan persegi dan melingkar. Kemudian, Borobudur mengalami perubahan terakhir pada undakan melingkar dan dilakukan pelebaran ukuran pondasi. Kemegahan Borobudur sempat sirna selama berabad-abad karena terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar hingga menyerupai bukit. Tidak diketahui alasan pasti Borobudur ditinggalkan penduduknya saat itu. Teori sejarah mengarah pada erupsi Gunung Merapi dan beralihnya keyakinan penduduk dari Budha ke Islam. Kembalinya kemasyhuran Candi Borobudur terjadi pada masa Thomas Stamford Raffles saat menjabat sebagai Gubernur Jenderal di pulau Jawa pada 1811. Penemuan kembali terjadi saat Raffles mendengar terdapat sebuah bangunan besar tersembunyi jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Raffles kemudian mengutus seorang Insinyur Belanda bernama Christian Cornelius untuk memeriksanya. Tersiarnya kabar penemuan kembali Borobudur juga menjadi malapetaka terjadinya kerusakan di banyak tempat. Sampai pada akhir 1960-an pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada UNESCO untuk mengatasi permasalahan di Candi Borobudur. Dalam sejarah Candi Borobudur, renovasinya menghabiskan waktu yang lama dan biaya yang besar sampai penetapan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.

Filosofi

  • Berbentuk seperti piramida dengan tinggi kira-kira 29 meter dan terdiri lebih dari 500 patung Budha dan tersusun lebih dari 2 juta batu. Di lihat dari atas, Candi Borobudur terlihat berbentuk mandala raksasa, secara simbolis menggambarkan perjalanan manusia dari samsara menuju nirwana.
  • Relief Candi Borobudur secara sempurna merefleksikan inti ajaran Budha, di mana dunia dibagi menjadi 3 tingkatan hidup yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia nyata), dan Arupadhatu (dunia roh).
  • Tingkat paling bawah, Kamadhatu, terdiri dari 160 relief yang menggambarkan Karmawibhangga Sutra, hukum sebab akibat, ilustrasi tingkah laku manusia.
  • Pada tingkat kedua, berisi relief patung-patung Budha, menggambarkan bahwa manusia dibebaskan dari hal-hal duniawi.
  • Tingkat terakhir adalah Arupadhatu menggambarkan tempat tinggal dewa.

Funfact

Didirikian pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra, yang merupakan penganut agama Buddha Mahayana. Lihat Foto Ilustrasi Candi Borobudur(UNSPLASH/ MARIO LA PERGOLA) Menurut prasasti Karangtengah, Candi Borobudur dibandung pada 824 masehi oleh Raja Samaratungga ketika masa Wangsa Syailendra. Baca juga: Tutup Selama Lebaran, Kini Candi Borobudur Buka Lagi Pembangunan Candi Borobudur selesai pada 874 masehi oleh Ratu Prabudawardhani, putri Samaratungga.

Memiliki ukuran tapak candi sangat luas Candi borobudr memiliki ukuran tapak candi yang sangat luas. Ukurannya yakni 123 x 123 meter persegi. Lihat Foto Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.(SHUTTERSTOCK/NEW MINDFLOW) Sementara itu, tinggi Candi Borobudur adalah 35,40 meter, terdiri dari 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk.

Ditemukan kembali oleh Thomas Stamford Raffles Sempat terkubur berabad-abad, candi Borobudur ditemukan kembali pada 1814 oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles ketika sedang berada di Pulau Jawa. Lihat Foto Relief Karmawibhangga pada Candi Borobudur (TROPENMUSEUM ) Waktu ia tengah mengadakan kegiatan di Semarang dan mendapatkan informasi di daerah Kedu telah ditemukan susunan batu bergambar. Kemudian ia mengutus seseorang untuk membersihkannya. Saat ditemukan Candi Borobudur kemudian diumumkan dan diperkenalkan lewat buku. Setelah itu, serentak Candi Borobudur terkenal di dunia karena terdiri dari tumpukan batu berukuran besar.

Memiliki ansambel relief paling lengkap di dunia Di dalam Candi Borobudur, terdapat 2.672 panel. Ansambel reliefnya paling lengkap di dunia dan tidak ada yang menandingi nilai seninya karena setiap adegannya merupakan mahakarya utuh. Lihat Foto Ilustrasi Relief Candi Borobudur (UNSPLASH/BILL FAIRS) Selain itu, ada 504 patung Buddha. Akan tetapi, panel belum lengkap karena 160 di antaranya ditimbun karena dianggap dan vulgar.

Ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO Lihat Foto Candi Borobudur, wisata populer di Magelang, Jawa Tengah.(DOK. PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAF) Pada tahun 1991, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Persekerikatan bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia.

Kami dengan senang hati menerima timbal balik guna meningkatkan kualitas konten kami

Apakah artikel ini membantu?

Terima kasih atas masukannya. Kami sangat senang bisa membantu!

Submit