KETHOPRAK
Ahmad Nur Halim | Juni 24, 2022
Sejarah
Ketoprak (bahasa Jawa: kethoprak) adalah sejenis seni pentas drama tradisional yang diyakini berasal dari Surakarta dan berkembang pesat di Yogyakarta, oleh karena itu kesenian ini sering disebut sebagai Ketoprak Mataram.
Pada awal mulanya, ketoprak menggunakan iringan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai pembuka, iringan saat pergantian adegan, dan penutup pertunjukan sehingga terkenal disebut sebagai Ketoprak Lesung. Dalam perkembangannya, Ketoprak kemudian menggunakan iringan gamelan jawa, dan penggarapan cerita maupun iringan yang lebih rumit.
Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa, meski juga ada cerita fiksi. Banyak pula diambil cerita dari atau berseting luar negeri (yang terkenal adalah cerita sampek engtay). Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata.
Filosofi
Ketoprak yang dimainkan dengan alat musik lesung berirama kotekan, dipercaya mampu membuat Dewi Sri turun ke bumi. Dewi Sri oleh sebagian petani Jawa dianggap sebagai lambang kesuburan. Ada kepercayaan bahwa Dewi Sri sebagai simbol Dewi kesuburan akan turun ke bumi, apabila dibunyikan suara-suara tiprak.
Funfact
Pada tahun 1909 ketoprak pertama kali dipentaskan dalam pertunjukan lengkap. Ketoprak yang pertama kali resmi dipertunjukkan yakni Ketoprak Wreksotomo. Ketoprak tersebut dibentuk oleh Ki Wisangkoro.
Setelah awal peresmian pertunjukan ketoprak, perkembangan ketoprak sangat maju dan diminati oleh masyarakat. Adapun beberapa jenis pertunjukan ketoprak yang berkembang dari awal hingga saat ini yaitu; Kotekan Lesung, Ketoprak Lesung Mula, Ketoprak Lesung, Ketoprak Gamelan, Ketoprak Pendopo, dan yang terakhir Ketoprak Panggung.