BAHASA
Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022
Sejarah
Budaya Kalimantan Selatan ada hubungan erat dengan Bahasa daerah. Masyarakat biasanya menggunakan Bahasa daerah banjar, Bahasa daerah Kalimantan Selatan ini hampir mirip seperti Bahasa melayu. Bahasa Kalimantan Selatan memang cukup banyak, ada bahasa banjar, Dayak, bakumpai, barangas, samiin, deah, halong, dan agal.
Filosofi
Bahasa Banjar mempunyai hubungan dengan bahasa yang digunakan suku Kedayan (sebuah dialek dalam bahasa Brunei) yang terpisahkan selama 400 tahun dan bahasa Banjar sering pula dinamakan Bahasa Melayu Banjar. Dalam perkembangannya, bahasa Banjar ditengarai merasakan kontaminasi dari intervensi bahasa Indonesia dan bahasa asing. Bahasa Banjar berada dalam kategori cukup lepas sama sekali dari bahaya dari kepunahan karena sedang digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh warga Banjar maupun oleh pendatang.
Funfact
Bahasa Banjar yang semula sebagai bahasa suku bangsa juga dijadikan lingua franca di kawasan lainnya, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur serta di kawasan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sebagai bahasa penghubung antar suku. Di Kalimantan Tengah, tingkat pemertahanan bahasa Banjar cukup tinggi tidak sekedar bertahan di komunitasnya sendiri, bahkan menggeser (shifting) bahasa-bahasa orang Dayak. Bahasa Banjar juga sedang digunakan pada sebagian pemukiman suku Banjar di Malaysia seperti di Kampung (Desa) Parit Abas, Mukim (Kecamatan) Kuala Kurau, Kawasan (Kabupaten) Kerian, Negeri Perak Darul Ridzuan.