SUKU
Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022
Sejarah
Budaya Kalimantan Selatan sangat erat dengan suku. Urang banjar masih terbagi menjadi 3 sub suku, yakni ada banjar pahuluan, banjar kuala, dan banjar batang banyu. Pertama dari banjar pahuluan yang penduduknya bertempat tinggal daerah cabang sungai yang berhulu ke pegunungan meratus dan lembah sungai. Kelompok ini terdiri dari campuran orang hindu, dan Dayak yang berbahasa melayik.
Banjar kuala yang merupakan penduduk dari sekitar martapura dan Banjarmasin. Campuran dari orang kuin, Dayak ngaju, batang banyu, kampung melayu, bugis makasar, orang cina parit yang masuk islam, dan orang kampung jawa. Banjar batang banyu yang merupakan campuran orang pahuluan, budha, hindhu, jawa hindu majapahit, orang Dayak bukit, dan lawangan. Mereka biasanya mendiami di lembah sungai bahan.
Filosofi
Suku Banjar berasal dari percampuran beberapa suku, yang menjadi dominan adalah Suku Dayak bukit sebagai penduduk asli. Kesamaan tersebut dapat diidentifikasi bahasa banjar kuno sedangkan suku Melayu serta Jawa sebagai imigran yang datang secara besar-besaran yang kemungkinan sekali tidak terjadi dalam satu gelombang sekaligus. Kesimpulan tersebut di dukung oleh kenyataan yang dapat di lihat dari berbagai kesamaan dalam budaya Banjar dengan suku-suku tersebut.
Sedangkan asal nama Banjar sendiri artinya meletakkan pancing di suatu tempat agar kailnya dimakan ikan. Yang mempunyai arti dengan kehidupan sehari-hari orang Banjar pada masa lalu yaitu yang suka memancing ikan dengan cara “Membanjur”. Atau mengkail. Tetapi dari beberapa refrensi yang dikatakan oleh Alfani Daud menjelaskan bahwa kata Banjar berarti baris, dimana rumah orang Banjar yang berbaris-baris di tepi sungai barito Banjarmasin. Maka kampung tersebut disebut dengan Kampung Banjar, dan ada juga yang menjelaskan bahwa kata Banjar berasal dari Bandar yang berarti pelabuhan, maka terkenalah Banjarmasin yaitu pelabuhan yang airnya asin.
Funfact
Ciri khas dari etnis Banjar dapat dilihat dari sistem kekerabatan yang diaplikasikan, di mana orang Banjar memakai istilah-istilah tradisional tertentu sebagai panggilan keluarga, dan masih digunakan hingga sekarang.
Berdasarkan pada filsafat hidup serta nilai budaya yang dianut etnis Banjar, di bawah ini adalah beberapa karakteristik dari masyarakat Banjar:
1. Baiman
Hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat Banjar, yaitu Islam. Dalam etnis Banjar, setiap individu harus mengetahui dan mengamalkan rukun iman dan Islam.
2. Bauntung
Orang Banjar harus mempunyai keterampilan. Oleh sebab itu, sejak usia dini masyarakat Banjar sudah diajari berbagai skill kejuruan di bidang tertentu yang biasanya disesuaikan dengan daerahnya. Misalnya orang Amuntai, terkenal sebagai ahli membuat furniture.
3. Cangkal
Masyarakat Banjar juga terkenal ulet dan rajin bekerja sehingga bisa mencapai citacita. Hal tersebut pula yang mendorong kebiasaan merantau pada etnis Banjar.
4. Memiliki Karakter Kuat
Orang Banjar terkenal menjunjung tinggi ucapan pepatah “Di Mana Langit Dipijak, Di Situ Bumi Dijunjung”.
Ini dapat dilihat dari cara para orang tua di Tanah Banjar yang mengajari anakanaknya supaya memiliki karakter dan tingkah laku berbudi pekerti sejak kecil.