BACK

RUMAH ADAT

avatar Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022

Suku
Sejarah

Banjar mempunyai rumah adat yang bernama bubungan tinggi, zaman dulu rumah ini merupakan rumah khusus keluarga kerajaan, untuk bentuk rumahnya bagian atap menjulang lancip keatas. Rumah ini terbagi menjadi beberapa konstruksi ruangan. Pertama ada pelataran yang merupakan sebuah ruangan dibagian depan, biasanya terletak dibagian depan setelah pintu masuk tangga.

Kedua ada paciran, yang berfungsi untuk ruangan penghubung, dan biasa juga digunakan untuk menyimpan beberapa alat pertanian. Ketiga yakni panampik, untuk tempat menerima dan menyanjung tamu yang datang. Keempat, palindangan yang merupakan bagian tempat untuk tidur dan beristirahat, lalu yang kelima ada padapuran yang merupakan bagian belakang rumah lalu berfungsi untuk menyimpan perbotan alat masak sekaligus tempat masak.

Filosofi

Rumah adat Kalimantan Selatan bernama Bubungan Tinggi ini memiliki sejumlah filosofi yang unik dan sarat makna. Rumah ini melambangkan perpaduan dunia atas dan dunia bawah. Itu tampak pada ukiran burung enggang yang disamarkan pada bagian ujung garis lintang atap rumah yang melambangkan alam atas.

Sementara ukiran naga yang juga disamarkan melambangkan alam bawah. Ukiran naga terdapat di bagian ujung penampih atau papan yang mengelilingi bagian bawah rumah. Ukiran sengaja disamarkan karena berdasarkan ajaran agama Islam yang dianut oleh penduduk, tidak boleh mengukir makhluk bernyawa secara jelas.

Wujud rumah pun secara keseluruhan melambangkan pohon kehidupan, di mana pohon sendiri memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

Rumah juga sengaja menghadap ke arah sungai, sebagai bagian dari kebudayaan sungai suku Banjar yang mendiami Kalimantan Selatan. Sebab ada banyak fungsi sungai bagi suku Banjar, mulai dari sebagai jalur transportasi hingga kebutuhan air minum.

Funfact

1.Digunakan Sebagai Istana Sultan Rumah Bubungan Tinggi dahulu berfungsi sebagai bangunan Dalam Sultan yang diberi nama Dalam Sirap atau rumah yang paling tinggi kastanya. Artinya, Sultan sebagai penguasa Banjar tinggal di sana. Kualitas dan kemegahan seninya mencerminkan status sosial maupun status ekonomi pemiliknya.

2. Memiliki Banyak Motif Floral Selain memiliki beberapa motif binatang yang disamarkan, seperti motif burung dan naga, rumah Bubungan Tinggi juga mempunyai bentuk-bentuk ornamen berupa ukiran bermotif floral. Ukiran tersebut terdapat pada tiang, tataban, papilis, dan tangga. Bentuk dan seni ukir ini banyak mendapat pengaruh dari Agama Islam yang melarang menggambar hewan hidup di bangunan rumah.

3. Memiliki Jumlah Anak Tangga Ganjil Berbentuk rumah panggung, rumah adat Kalimantan Selatan memiliki tangga yang terletak di bagian depan dan belakang rumah. Uniknya, jumlah anak tangga tersebut ganjil. Pengaruh ajaran Islam diyakini menjadi alasan jumlah anak tangga di rumah adat Kalimantan Selatan ganjil.

Kami dengan senang hati menerima timbal balik guna meningkatkan kualitas konten kami

Apakah artikel ini membantu?

Terima kasih atas masukannya. Kami sangat senang bisa membantu!

Submit