TRADISI PASAR TERAPUNG
Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022
Sejarah
Sebuah budaya Kalimantan Selatan yang sangat terkenal, melalui cara perdangan paling berbeda diseluruh nusantara, bertransaksi jual beli menggunakan perahu yang sudah turun menurun dan berlokasi di sungai besar barito. Fungsi pasar ini tetap sama, ada yang menjual sayuran, ikan, buah, daging, dan berbagai kebutuhan masyarakat. Untuk penjual dan pembelinya harus hati-hati dan tetap menjaga keseimbangan perahu.
Filosofi
Keberadaan Pasar Terapung memang tak lepas dengan berdirinya Kerajaan Banjar sekitar 1595. Awalnya pasar terapung tersebut sudah ada sejak abad ke-14, sebelum Kerajaan Banjar berdiri. Namun keberadaan Kerajaan Banjar menjadikan pasar terapung lebih ramai. Tujuan awal dari keberadaan Pasar Terapung adalah untuk memudahkan para pedagang dikarenakan wilayah Banjarmasin yang terdapat banyak sungai. Dengan membuka lapak di sungai ini akan memudahkan para pedagang yang membawa barang dagangan berupa hasil bumi dari arah hulu untuk melakukan jualbeli. Pasar Terapung semakin ramai sejak didirikannya Kerajaan Banjar dengan kenaikan Pangeran Samudera sebagai raja oleh para patih yang dipelopori oleh Patih Masih pada tahun 1526. Pasar terapung tersbut bahkan menjadi aset penting bagi ibukota kerajaan.
Funfact
Beragam keunikan di Pasar Terapung ini mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk pariwisata sungai. Sesuai namanya, pasar ini tidak berada di darat, melainkan terapung di sungai. Para penjual dan pembeli melakukan aktivitas ekonomi di atas perahu kayu yang disebut juga sebagai jukung. Saat berkunjung ke Pasar Terapung ini, kamu akan melihat perahu kayu saling berdesak-desakan dan dimainkan gelombang sungai. Selain aktivitasnya di atas air, hal menarik lainnya di pasar ini adalah cara transaksinya. Konon, transaksi antarpedagang ini dilakukan secara barter yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk. Di tengah transaksi modern saat ini, masyarakat Kalimantan Selatan memang masih mempertahankan sistem barter ini. Barter adalah sistem tukar menukar barang atau jasa tanpa menggunakan uang.