UPACARA ADAT BA'AYUN MULUD
Okta Eka Pratama | Juli 08, 2022
Sejarah
Upacara seputar kelahiran dalam masyarakat Kalimantan Selatan disebut Upacara adat Ba’ayun Mulud. Pelaksanaan upacaranya dengan meletakkan bayi yang berusia empat puluh hari di atas ayunan. Ayunan terbuat dari tiga lapis kain. Hiasan bunga warna-warni digantungkan di sekitar ayunan.
Dalam upacara ini dibacakan berbagai syair, seperti syair barzanji, syair syarafal anam, dan syair diba'i. Saat pembacaan asyarakal dikumandangkan, anak dalam ayunan diayun secara perlahan-lahan dengan cara menarik selendang yang diikat pada ayunan. Maksud diayun pada saat itu adalah untuk mengambil berkah atas kemuliaan Nabi Muhammad saw. Orang tua berharap anak yang diayun menjadi umat Islam yang taat, bertakwa kepada Allah swt. dan Rasul-Nya.
Peserta baayun mulud ini tidak terbatas pada bayi yang ada di kampung yang melaksanakan saja. Peserta dari kampung lain boleh ikut meramaikan. Bahkan, tidak jarang ada orang yang sudah tua ikut baayun karena mereka merasa waktu kecil dulu tidak sempat ikut upacara baayun mulud. Tradisi yang dilakukan secara massal ini sebagai pencerminan rasa syukur kepada Allah swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya atas kelahiran Nabi Muhammad saw. yang membawa rahmat bagi sekalian alam.
Filosofi
Memiliki makna yang berhubungan dengan kehidupan yang kemudian disepakati oleh masyarakat Banua Halat dan diajarkan secara turun-temurun. Makna tersebut dapat dilihat dari simbol-simbol yang ada dalam perlengakapan Baayun, misalnya seperti hiasan janur yang berbentuk payung yang memiliki makna sebagai simbol perlindungan dalam menjalani hidup.
Funfact
Sebelumnya Baayun Maulud diperuntukkan untuk bayi berumur 40 hari atau balita, seiring perkembangan zaman Baayun Maulud dilakukan oleh berbagai kalangan usia yang mana masing-masing dari mereka memiliki nazar atau hajad. Walaupun sekarang ini pelaksanakaannya terdapat beberapa pergeseran makna, Namun budaya Baayun Maulud pada masyarakat Banua Halat tetap dilaksanakan dengan baik dan secara rutin setiap bulan Mulud. Karena Baayun Maulud merupakan budaya yang mengandung unsur kearifan lokal yang berisi tentang kebaikan dalam menjalani berbagai ragam kehidupan, yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu dan telah berhasil diturunkan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Banua Halat.