Komodo
Satrio Wibisono | Juni 24, 2022
Sejarah
Auffenberg melakukan penelitian dengan dibantu ahli biologi bernama Claudio Ciofi dan berhasil menjelaskan sifat dari komodo. Penelitian itu menyebutkan, perkembangan evolusi komodo dimulai dari 40 juta tahun yang lalu. Satwa liar tersebut konon memang berasal dari Asia dan bermigrasi ke Australia.Konon, sekitar 15 juta tahun yang lalu, Australia dan Asia Tenggara mengalami perpecahan. Sehingga kondisi itu memungkinkan komodo untuk kembali ke tempat asalnya yaitu Asia Tenggara, tepatnya di Indonesia bagian timur.Hal itu dibuktikan dengan temuan fosil di Queensland, Australia. Fosil itu menunjukkan bahwa komodo benar-benar berevolusi di Australia sebelum menyebar di Indonesia.
Filosofi
Komodo atau The Dragon yang merupakan satu spesies kadal ini dahulunya punya panLegenda sejarah Komodo ini menceritakan pada zaman dahulu kala, ada seorang putri yang bernama Putri Naga. Ia hidup dalam sebuah pulau dan kemudian menikah dengan Moja pemuda pulau sebrang. Singkat cerita sang putri hamil dan kemudian melahirkan putra kembar yang keduanya memiliki kelamin laki-laki. Hanya saja salah satunya memiliki bentuk berbeda yang mirip dengan kadal dan membuat pasangan ini malu.Keduanya memberi nama Orah untuk putra yang mirip dengan kadal dan memberi nama Gerong untuk bayi yang normal.Orah terasingkan ke dalam hutan sementara Gerong diasuh sendiri oleh Putri Naga dan Moja.Seiring berjalan waktu yang berlalu, Gerong sudah tumbuh besar dengan tubuh gagah. Hingga saat Gerong berburu rusa ia bertemu dengan kadal raksasa yang kemudian Gerong kejar dan hendak menghunuskan tombak.Namun, tiba-tiba Putri Naga datang dan melarang untuk membunuh kadal raksasa yang saat ini dikenal komodo. Putri Naga menjelaskan kepada Gerong bahwa kadal itu adalah saudara kembarnya yang bernama Orah.Sejak saat itu masyarakat sekitar selalu memperlakukan komodo sebagai saudara. Itulah sedikit cerita legenda asal muasal Komodo bernama Orah dan menjadi hewan yang terjaga dengan baik hingga saat ini oleh masyarakat setempat.ggilan βOrahβ oleh masyarakat setempat.
Funfact
- Saat berburu, komodo mengandalkan kemampuan kamuflasenya dan berbaring menunggu mangsa yang lewat.Saat mangsa melewatinya, komodo pun keluar menggunakan cakarnya yang tajam dan gigi bergerigi seperti hiu untuk menerkam mangsanya.
- Komodo memiliki kelenjar racun yang dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan pendarahan hebat, mencegah pembekuan, dan menyebabkan syok.Komodo menggigit dengan gigi bergerigi dan otot leher yang kuat sehingga, mengakibatkan luka besar menganga pada mangsanya. Racun itu kemudian mempercepat kematian mangsanya.
- Setahun sekali komodo betina mengeluarkan bau dari kotorannya agar diikuti komodo jantan. Komodo jantan yang menemukan sang betina, ia menggaruk punggungnya dan menjilat tubuhnya.Jika sang betina menjilatnya kembali, proses kawin pun terjadi. Komodo betina memiliki cara lain untuk bereproduksi tanpa perlu kehadiran komodo jantan. Hal ini karena komodo betina memiliki kromosom kelamin jantan dan betina.Komodo betina dapat bereproduksi secara aseksual dalam proses yang disebut partenogenesis.