Se'i
Satrio Wibisono | Juni 24, 2022
Sejarah
Hidangan ini secara tradisional disajikan dan dikonsumsi oleh masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya oleh masyarakat Timor. Di pulau Timor yang beriklim kering, metode pengasapan tradisional digunakan untuk mengawetkan daging dan meningkatkan nilai gizi dan ekonomi daging.Se'i secara historis dibuat dari rusa Timor (Cervus timorensis), tetapi praktik ini telah berhenti karena penurunan populasi dan statusnya yang terancam punah. Daging sapi dan babi sebagian besar merupakan bahan utama Se'i,dan merupakan pilihan daging pilihan bagi penduduk lokal dan turis.
Filosofi
Se’i sendiri berarti daging yang disayat dalam ukuran kecil memanjang, lalu diasapi dengan bara api sampai matang. Se’i adalah makanan khas suku Rote, penduduk asli Pulau Rote.
Funfact
- Di tempat asalnya, daging se'i biasa disantap dengan sambal khas NTT, yakni terbuat dari cabai, jeruk nipis, dan daun lu'at. Daging disantap dengan nasi panas bersama tumis daun pepaya
- Selain keunikan aslinya yang menggunakan daging rusa, di tempat asalnya Se'i juga memiliki keunikan dalam hal penyajian. Jika umumnya masakan menggunakan garam sebagai penambah rasa gurih, lain hal nya dengan Se'i asli NTT. Hal ini karena suku Molo yang tinggal di wilayah pegunungan tidak mengenal garam. Namun, dalam penyebarannya, garam digunakan untuk menyesuaikan rasa dengan lidah orang di mana Se'i itu diproduksi.