Tari Kataga
Satrio Wibisono | Juni 24, 2022
Sejarah
Konon pada zaman dahulu di Sumba pernah terjadi perang antar kampung atau antar suku yang disebut dengan perang tanding.Dalam perang tanding ini, siapa yang menang harus membawa pulang kepala dari musuh yang kalah sebagai simbol dari kemenangan mereka.Kepala tersebut kemudian digantung di Adung pelataran atau Talora.Apabila ada pihak ketiga yang melakukan perjanjian damai pada kedua pihak, maka tengkorak kepala tersebut dapat dibawa pulang kembali oleh pihak musuh sebagai tanda sebuah perdamaian.Setelah perjanjian perdamaian ini selesai, biasanya para prajurit yang mengikuti perang tanding akan memperagakan cara mereka berperang, bagaimana mereka menangkis, menyerang, menghindar, sampai memotong kepala lawan.
Filosofi
Tari Kataga ini merupakan salah satu tarian tradisional di Indonesia yang mempunyai nilai seni, filosofis, dan historis.Nilai seni ini terlihat dari gerakan para penari yang merupakan perpaduan antara seni tari dan seni perang dari masyarakat Sumba.Setiap gerakan dari Tari Kataga juga memiliki filosofi dan makna tersendiri.Selain itu juga Tari Kataga merupakan tarian yang diangkat dari sejarah masyarakat Sumba pada zaman dahulu, sehingga akan kaya akan nilai historis.
Funfact
- Tari Kataga ini sangat kokoh sehingga yang dipilih sebagai penari adalah laki–laki. Dengan jumlah 8 orang dalam setiap tariannya.
- Pakaian yang digunakan oleh panari biasanya meliputi ikat kepala, pedang, tameng. Baju yang dikenakan berupa kain yang dibiarkan terbuka, kemudian dipadupadankan dengan ikat pinggang hitam sebagi penyempurna dari busana tari kataga.
- Makna dari gerakan Tari Kataga ini adalah sebagai simbol keberanian pada masa perang.