BACK

RUMAH TONGKONGAN

avatar Ade Indra | Juli 11, 2022

rumah tongkonan

Tongkonan (ᨈᨚᨃᨚᨊ) adalah rumah adat orang Toraja, yang merupakan tempat tinggal, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya orang Toraja. Arsitektur tongkonan dikenal dengan bentuknya yang khas melalui struktur bawah, tengah dan atas yang memiliki keindahan estetika struktur dan konstruksinya. Mekanika sistem struktur membentuk suatu sistem estetika arsitektural. Tongkonan tidak lagi dijadikan rumah tempat tinggal tetapi sudah tidak dihuni lagi dikarenakan setiap keluarga yang mendiami Tongkonan pada umumnya telah membangun rumah tinggal sendiri. Rumah adat Tongkonan yang sarat dengan ukiran mengandung makna yaitu melambangkan status sosial pemilik Tongkonan menempati lapisan atas.

Sejarah

Tongkonan berarti "duduk", "belasungkawa". Catatan sejarah lain mengatakan Tongkonan adalah tempat duduk dan berkumpulnya para leluhur. Dikisahkan, dahulu para bangsawan berkumpul dan duduk dalam Tongkonan untuk berdiskusi. Tongkonan juga menjadi tempat pusat pemerintah, kekuasaan adat dan pusat budaya masyarakat suku Toraja. Namun, pada perkembangan selanjutnya Tongkonan berfungsi sebagai rumah tinggal, kegiatan sosial, hingga lokasi upacara adat.

Tongkonan yang selalu menghadap ke Utara. Alasannya, arah utara merupakan tempat Ulunna Langi. Atau menghadap ke arah Puang Matua, adalah sebutan Tuhan yang Maha Esa bagi orang Toraja.

Puang Matua merupakan kepercayaan penduduk Toraja Selain itu untuk menghormati leluhur mereka Mereka meyakini leluhur berasal leluhur berasal dari arah Utara. Oleh karena itu, orang-orang Tana Toraja membangun tongkonan dengan membuat ujung atap meruncing ke atas. Mereka juga memiliki pandangan bahwa ketika mereka meninggal dunia nanti akan berkumpul bersama arwah leluhurnya di Utara.

Filosofi

Rumah Adat khas dari Toraja, Sulawesi Selatan dengan filosofi Aluk Todolo. Rumah Tongkonan juga menjadi simbol martabat keluarga dari masyarakat Toraja sehingga pembangunannya tidak sembarangan. Dengan bentuk desain, hingga posisi rumah dan tiang-tiangnya rumah adat ini memiliki nilai serta arti yang berbeda-beda.

Rumah adat Tongkonan yang sarat dengan ukiran mengandung makna yaitu melambangkan status sosial pemilik Tongkonan menempati lapisan atas, seperti untuk mengenal latar belakang atau status sosial serta nama marga seseorang hanya dengan menanyakan Tongkonan asalnya Selanjutnya dikemukakan bahwa seseorang dalam pola hidup yang artinya pola pikir diwujudkan dalam perilaku harus di tempatkan di dalam kerangka dan struktur yang sudah melembaga di dalam adat, sebab orang adalah bagian dalam persekutuan komunitas yang berakar dalam Tongkonan.[4] Secara filosofis Tongkonan selalu bertolak pada falsafah kehidupan yang diambil dari ajaran Aluk Todolo, dimana bangunan rumah adat mempunyai makna dan arti dalam semua proses kehidupan masyarakat Toraja. Tongkonan adalah simbol keluarga dan martabat orang Toraja. Jika tongkonan digadaikan, apalagi dijual, ini ibarat menggadaikan atau menjual martabat keluarga dan nenek moyang kami, dan ini menimbulkan malu bagi anggota keluarga tongkonan. Harta tongkonan dapat ditambah, tapi tidak dikurangi untuk keberlangsungan hidup generasi tongkonan.

Funfact

Rumah adat Tongkonan memiliki jenis yang beragam. Tiap rumah sendiri dibuat berbeda didasarkan pada peran pemimpinnya. Dahulu, rumah tongkonan hanya diperuntukkan untuk raja, kepala suku beserta keturunannya.

Kami dengan senang hati menerima timbal balik guna meningkatkan kualitas konten kami

Apakah artikel ini membantu?

Terima kasih atas masukannya. Kami sangat senang bisa membantu!

Submit