UPACARA ANNYAMPA'SANRO
Ade Indra | Juli 11, 2022
Sejarah
Orang Makassar, Bugis, dan Toraja mengenal upacara yang berhubungan dengan daur hidup dan yang umum. Misalnya, pada masa kehamilan orang Makassar mengenal ritual adat yang dinamakan dengan annyampa’ sanro (mencari dukun bersalin) dan a’bayu minnya’ (pada usia kandungan tujuh bulan). Begitu pula orang Bugis mengenal makkatenni sanro, mappanre to mangideng, dan maccera wettang yang prinsipnya sama dengan yang diselenggarakan orang Makassar. Adapun orang Toraja sedikit berbeda karena mereka tidak mengenal ritual adat pada saat kehamilan dan kelahiran. Namun, orang Toraja terkenal dengan penyelenggaraan upacara adat yang berhubungan dengan kematian.
Filosofi
Upacara adat kematian orang Toraja disebut dengan Rambu Solo. Menurut keyakinan orang Toraja, orang mati belum dikatakan mati jika belum melaksanakan Rambu Solo’. Mereka menganggapnya sedang sakit atau tidur. Ada beberapa tingkatan dalam perayaan Rambu Solo’ tergantung dengan status sosial orang yang mati. Dalam perayaan Rambu Solo’ terdapat bermacam-macam kegiatan seperti mapasilaga tedong (adu kerbau), sisemba (adu kaki), tari-tarian, musik, dan pemotongan kerbau khas Toraja.